Tintaku sejarah yang mendekapku termangu
Sejak dahulu sampai kini wajahmu terkenang
Sejak dahulu sampai kini wajahmu terkenang
Nyanyiannya pun merdu membisikan tri dharma kebanggaan
Mana kala bapak-bapakku telah menderita
Pada akulah stok mulia mereka titipkan
Cadanganku logam, asetku pun melimpah membuatku girang
Realita kini dengan mudah membawaku bergengsi
Tak bisakah dipungkiri karena aku malas berpikir
sistem-sistem global menindasku keji
hingga tak mampu aku berpaling
Hitam dan putih tak mampu kubedakan
Episentrum pergerakanku tak lagi organisasi
Hingga mereka mencekikku sadis
Membunuh bangsaku perlahan dengan keji.
Karya: Sergiokun Keor

Tidak ada komentar:
Posting Komentar